Lebong  

Apa Kabar Kasus Fee Proyek

radardaerah.id-LEBONG – Kasus fee proyek di lingkungan Pemkab Lebong, masih menjadi atensi di meja unit Tipidkor Satreskrim Polres. Terhitung sudah satu bulan, kasus yang menyeret nama Kabag Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Lebong dan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Lebong, belum menemui progres signifikan. Kendati bukti serta keterangan saksi-saksi, telah diperoleh penyidik.

Penelusuran radardaerah.id, penyidik Tipidkor Satreskrim Polres Lebong kabarnya telah mengantongi bukti transaksi dan percakapan antara pelapor dan terlapor. Bahkan dugaan fee proyek ini menganulir bukti-bukti rekaman.

Kapolres Lebong, AKBP. Awilzan, S.I.K, melalui Kasat Reskrim IPTU Riski Dwi Cahyo, S.Trk., S.I.K, didampingi Kanit Tipidkor Aipda Maslikan ketika dikonfirmasi Senin (27/11/2023) menyampaikan, perkara tersebut masih bergulir, pihaknya masih menggali keterangan saksi-saksi, mulai dari pelapor, terlapor dan saksi-saksi lain yang terkait dalam perkara tersebut.

“Baru 4 orang, pelapor (F), terlapor (P), Kabid Bina Marga, dan satu saksi lainnya yang berinisial Mh,” sampai Maslikan.

Selanjutnya, Maslikan mengaku akan memanggil saksi lain yang juga terkait dalam perkara tersebut, yakni, pria asal Curup yang berinisial MY alias Black. Black merupakan rekan dari pelapor F yang namanya juga disebut-sebut sebagai bagian dari korban F. Black dijadwalkan untuk diminta keterangan pada Selasa 28 November besok.

“Namanya (Black, red) ada di dalam laporan F, perannya apa kita juga belum tahu, apakah bagian dari korban atau bagaimana nanti kita minta keterangan dulu,” terang Maslikan.

Di lain tempat, F (Pelapor, red) menilai penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Lebong terkesan lamban. Alasannya, perkara yang sudah hampir 1 bulan lebih dilaporkan olehnya ke Polres Lebong itu dinilai jalan di tempat. F mengklaim alat bukti yang diserahkannya ke penyidik sudah cukup kuat untuk meningkatkan status perkara tersebut ke penyidikan bahkan menurutnya jika penyidik serius sudah bisa untuk penetapan tersangka.

“Sudah sebulan lebih, laporan saya masuk 16 Oktober lalu. Saksi ada, bukti ada, terus mau nunggu apa lagi?” cetus F.

Kendati demikian, F mengaku tetap menghormati proses yang sedang berjalan, dia mengaku masih yakin dengan keseriusan penyidik Polres Lebong.

“Saya yakin penyidik Polres Lebong profesional. Jika tidak saya terpaksa melapor ke Polda Bengkulu, saya tak ingin ada lagi korban-korban seperti saya akibat kebejatan

pejabat,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *