Tanah Rekah Bersama Pihak Ketiga Perbaiki Jalan Provinsi

MUKOMUKO – Pemerintah Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko bersama masyarakat sepakat untuk menggunakan anggaran Pendapatan Asli Desa (PAD) hasil dari Kebun Masyarakat Desa (KMD) untuk memperbaiki jalan Provinsi yang menghubungkan antar desa, yakni Desa Tanah Rekah menuju Desa Pondok Batu hingga Desa Selagan Jaya untuk akses jalan usaha tani. Jalan Provinsi tersebut sudah dilakukan pengoralan sejak tahun 2023 lalu. Pada tahun 2025 ini anggran KMD dikuncurkan kembali melakukan perbaikan untuk pengerasan jalan Provinsi yang menghubung antar desa. Sabtu (2/7).

Program itu menjadi prioritas atas kebutuhan warga Tanah Rekah untuk lebih mudah mengakses lahan pertanian sekaligus untuk meningkat produktifitas usaha taninya.

Program fisik tersebut merupakan usulan warga dan di anggarkan dari Dana KMD tahun 2025. Merupakan salah satu dari sekian agenda pembangunan fisik oleh Pemerintah Desa Tanah Rekah.

Penjabat Sementara (Pjs) Kades, Ainlapatili menjelaskan pembangunan perbaikan jalan Provinsi dengan cara pengerasan itu direalisasikan sepanjang 15 kilometer.

Perbaikan jalan ini dilakukan dan sangat mendesak direalisasikan. Mengingat selama ini masyarakat kesulitan saat harus beraktivitas. Jalan ini sangat urgent untuk dilakukan perbaikan. Pasalnya tanpa pengerasan dan perbaikan jalan Provinsi kondisi jalan itu sangat becek apalagi di musim penghujan dan itu sangat menyulitkan petani dalam pengangkutan hasil panen dan akses menuju lahan tani mereka.

“Sesuai dengan rencana kita upayakan penggunaan dana KMD ini bisa efektif untuk masyarakat Tanah Rekah yang lebih baik. JUT ini sudah disetujui dalam rapat. Yang kita gelar bersama BPD dan stakeholder serta tokoh masyarakat,” beber Ainlapatili.

“Untuk jalan Provinsi ini, agar masyarakat kami bisa lebih lancar lagi untuk membawa hasil perkebunannya ke luar, karena memang selama ini akses jalan ini sangat memperihatinkan. Saya mengajak warga Tanah Rekah ayo kita jaga fasilitas Desa yang telah dibangun agar jangan sampai mudah rusak dan pemanfaatannya dapat lama dilakukan,” tukas Ainlapatili. (adv/oye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *