Pemdes Samban Jaya gelar rembuk stunting
RADARDAERAH.ID- Pemerintah Desa Samban Jaya, Kecamatan Batiknau, menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di tingkat desa, Kamis (6/8).

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah desa, unsur Tripika kecamatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), pendamping desa, BPD, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk membahas kondisi stunting di desa dan menyusun langkah-langkah penanganan yang terintegrasi. Rembuk stunting merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan desa agar program pencegahan stunting dapat menjadi prioritas dalam penyusunan RKP Desa dan APBDes Tahun 2027.
Dalam forum tersebut dilakukan identifikasi permasalahan, evaluasi capaian program, serta penyusunan rencana aksi yang berfokus pada peningkatan gizi ibu hamil, balita, pelayanan kesehatan, sanitasi, dan edukasi kepada masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menghasilkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami pemerintah desa berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting demi mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul di masa depan,” kata Kepala Desa Samban Jaya, Misno.
Lebih jauh Misno berharap melalui pelaksanaan Rembuk Stunting ini, terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting.
“Karena jika bukan kita, siapa lagi. Maka tangkal stunting sedari diri melalui program kolaboratif ini,” ujarnya.
Camat Batiknau, M, Taufik Hidayatulloh S.IP menjelaskan pelaksanaan rembuk stunting merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan desa.
“Melalui forum ini, pemerintah desa bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperoleh data dan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi stunting di Desa Samban Jaya, sehingga kebijakan dan program yang disusun dapat lebih tepat sasaran,” tandasnya. (Yose)





