Pelaksana Larang Wartawan Meliput, Ada Apa di Kegiatan Proyek SMK 5 Kepahiang?

Fisik proyek SMKN 5 Kepahiang 

RADARDAERAH.ID – Ulah pelaksana proyek SMKN 5 Kepahiang, dinilai telah mencoreng profesi pers. Pasalnya, selain melarang wartawan melakukan kegiatan peliputan. Oknum pelaksana proyek sebut saja Gerot (nama samaran, red), terkesan arogan dan seakan melecehkan profesi wartawan.

Dugaan arogansi ini terjadi saat, Midi bersama Edi, wartawan media lokal ingin melakukan peliputan terhadap kegiatan pelaksanaan proyek tersebut. Tanpa diduga, kedatangan wartawan tidak diindahkan oleh oknum pelaksana proyek. Bahkan dengan lantang, Gerot menyebut tidak ada aturan yang mengharuskan wartawan, meliput kegiatan proyek yang ia laksanakan.

“Kedatangan kami malah mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Dia (Gerot, red) malah mencla-mencle dan menyinggung soal profesi wartawan,” aku Midi.

Midi menjelaskan, niat kedatangan mereka guna melakukan investigasi peliputan terhadap pelaksanaan proyek di sekolah itu. Dimana, sejumlah pekerja diduga tidak mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) saat melaksanakan proyek. Diantaranya tidak menggunakan alat keselamatan kerja.

Hanya saja, saat ingin mengkonfirmasi atas temuan itu, pelaksana proyek malah melarang untuk meliput.

“Maksud dan tujuan kita ingin menyampaikan ke pada pihak sekolah agar terkait temuan ini,” ujarnya.

Terkait persoalan ini, ia bakal melaporkan ke organisasi wartawan.

“Tentu muncul pertanyaan, ada apa terhadap proyek SMKN 5 Kepahiang? Sampai-sampai publik tidak diperkenankan untuk mengetahui kegiatan itu. Kami berharap aparat penegak hukum memantau pelaksanaan proyek itu. Karena kejanggalan sangat terang. Terlebih ada larangan wartawan untuk meliput,” tandasnya. (Edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *