Aktifitas Truk Perusahaan Meningkat, Jalan ini Makin Hancur

Perbaikan darurat dilakukan, demi meminimalisir korban.

RADARDAERAH.ID – Akses jalan lintas Lais-Arga Makmur, tepatnya di Desa Taba Baru Kecamatan Lais, kian memprihatinkan. Faktor kerusakan, salah satunya disinyalir volume aktifitas truk Perusahaan yang semakin meningkat. Akibatnya selain menyisahkan kerusakan parah, jalan poros tersebut kerap pula memakan korban.

Akibat situasi ini, pemerintah desa setempat berkoordinasi pihak PT Rodateknindo Purajaya. Alhasil, Ssnin (2/6) material berupa batu diturunkan, untuk perbaikan sementara.

“Kondisi akses jalan ini, sudah sangat menghawatirkan. Tak sedikit pengendara roda dua yang menjadi korban, saat melintas,” ungkap Kepala Desa Taba Baru, Ratno.

Pihaknya, sambung Ratno telah berulang kali melayangkan surat ke sejumlah perusahaan. Terkhusus perusahaan yang memanfaatkan akses jalan tersebut, hanya dua perusahaan yang bersedia membantu untuk perbaikan darurat.

“Sejauh ini hanya PT SIL dan PT Rodateknindo yang telah berkontribusi untuk perbaikan. Sedangkan perusahaan pengelolaan kelapa sawit yang berlokasi di Desa Sidomukti, sama sekali tidak merespon atas kondisi ini,” cetusnya.

Bahkan, Ratno mengklaim aktifitas truk milik PT Berkah Bumi Sawit (BBS) cukup aktif melintasi ruas jalan tersebut. Malah insiden kecelakaan menimpah truk CPO milik perusahaan ini beberapa hari lalu, sempat mengakibatkan gangguan aktifitas lalu lintas.

“Kami telah bersurat ke pihak PT BBS yang sejatinya turut bertanggungjawab atas kerusakan jalan ini. Karena truk CPO milik perusahaan itu, aktif menggunakan ruas jalan di desa ini. Namun hingga saat ini tidak direspon,” sesalnya.

Geram, Warga Bakal Tutup Akses 

Disisi lain, keresahan atas aktifitas truk tonase milik perusahaan tersebut memantik reaksi warga setempat. Bahkan, masyarakat Desa Taba Baru telah merencanakan untuk menggelar aksi.

“Tidak menutup kemungkinan, di lokasi jalan rusak itu, sementara akan kami tutup. Dalam hal ini, truk tonase milik perusahaan dilarang untuk melintas. Mengingat kondisinya sudah rusak parah dan tidak ada tindakan untuk perbaikan. Sudah cukup masyarakat, menikmati kerusakan jalan ditambah resiko kecelakaan,” singkat Iskandar Joni, tokoh masyarakat Desa Taba Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *