Warga Pasar Lais Diserang Puluhan Pemuda, ini Pemicunya !

radardaerah.id-BU – Keluarga pasutri Dede dan Rita, warga Kelurahan Pasar Lais Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara (BU), masih mengalami trauma mendalam. Keluarga ini beserta ketiga anaknya, diduga menjadi korban penyerangan dan penganiayaan oleh puluhan pemuda. Peristiwa ini terjadi dirumah korban pada Jumat (24/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Penelusuran radardaerah.id, dugaan aksi penyerangan dan penganiayaan ini ternyata dilakukan sekelompok pemuda asal Desa Talang Rasau. Peristiwa ini dipicu persoalan sepele. Dimana dari keterangan pihak Kepolisian setempat, permasalahan ini berawal saat salah satu pemuda terduga pelaku penganiayaan sebut saja Tejo, tengah bermadu kasih di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di area wisata Kelurahan Pasar Lais.

Terduga pelaku dan pasangannya, terlihat duduk di batu nisan. Korban yang melihat gelagat tidak baik, langsung mengingatkan kedua pasangan sejoli itu.

Diduga tak terima ditegur, pelaku bersama ketiga rekannya malah mendatangi rumah korban. Secara babibu, rumah korban diserang oleh sekelompok pemuda tersebut. Saat itu pula, perkelahian antara sekelompok pemuda dengan salah satu anak korban terjadi.

Setelah berhasil melancarkan aksi pertama, sekelompok pemuda itu seketika pergi dari rumah korban. Sembari meninggalkan korban Rita yang mengalami memar, usai mendapatkan bogem mental salah satu pelaku.

Diduga belum puas, tak lama berselang, puluhan pemuda sembari mengendarai sepeda motor kembali menyatroni rumah korban. Saat itulah, dugaan tindak penganiayaan semakin menjadi-jadi.

Rumah korban dilempari batu dan tiga orang anaknya yakni Repaldi dan Raja serta Kasi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) mengalami penganiayaan. Merasa terancam, korban langsung mendatangi Polsek Lais guna meminta pertolongan.

“Masih ditangani di Polsek. Namun jika tidak ada titik kemufakatan untuk diselesaikan secara kekeluargaan, kami akan mengarahkan untuk diteruskan ke Polres Bengkulu Utara,” ungkap Aida Didik Hari

yanto.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *