Teks Foto : Sembari bentangkan spanduk, warga Tuntut Pecat Kades Pagar Ruyung
RADARDAERAH.ID – Puluhan warga Desa Pagar Ruyung Kecamatan Batiknau, Senin (23/12) siang mendatangi kantor Kecamatan Batiknau. Aksi geruduk ini, terkait kasus skandal perselingkuhan yang menjerat AG, oknum kepala desa setempat. Kedatangan puluhan warga, berbarengan dengan kehadiran Inspektorat BU atas agenda kelanjutan laporan persoalan ini.
Dilokasi, warga tampak mengepung kantor kecamatan. Sembari berteriak menyuarakan, agar AG diberhentikan sebagai kepala desa. Puluhan warga juga membentangkan spanduk, bertuliskan pecat kepala desa.
“Kami warga Pagar Ruyung tidak ingin dipimpin oleh saudara AG. Kami minta saudara AG diberhentikan sebagai kepala desa,” cetus Tail, perwakilan warga Pagar Ruyung.
Sayangnya, diakui Tail, pihak pemerintah Kecamatan Batiknau terkesan acuh atas kedatangan puluhan warga. Pasalnya, keinginan warga untuk melakukan diskusi tak diindahkan oleh pihak kecamatan.
“Kami juga sesalkan sikap pihak kecamatan. Kami juga ingin tahu, apa hasil pertemuan kedatangan pihak Inspektorat. Sembari berdiskusi membahas tuntutan warga. Namun sayangnya, kedatangan warga seakan tidak digubris,” sesalnya.
Ia menambahkan, gejolak pergerakan warga dipastikan akan berlanjut ke level Kabupaten.
“Kalau tuntutan warga tidak digubris, kami akan datangi kantor Bupati,” tegasnya.
BPD Pagar Ruyung diwakili Andiyan, mengamini gerakan aksi geruduk kantor Camat Batiknau oleh warganya itu.
“Kedatangan warga, perihal masalah yang menimpah oknum kepala desa,” imbuhnya.
Disisi lain, Andiyan mengaku pihaknya telah melakukan diskusi bersama pihak Inspektorat dan pemerintah Kecamatan Batiknau. Sayangnya, agenda tatap muka bersama tokoh masyarakat Pagar Ruyung, kedatangan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten Bengkulu Utara ini, tidak sesuai harapan masyarakat setempat.
“Kedatangan pihak Inspektorat hanya sekedar meminta keterangan lembaga BPD dan pihak lembaga adat, terkait masalah ini,” singkatnya.
Sayangnya hingga berita ini diekspose, Inspektur Inspektorat BU, Novianto Silaban masih belum dapat dikonfirmasi. Begitupun Camat Batiknau, Alamsyah. Kendati wartawan ini telah berupaya untuk mengkonfirmasi.






