Teks Foto : Massa dari Desa Tanjung Karet menyuarakan orasi tuntut Pecat kepala desa setempat
RADARDAERAH.ID – Mosi tak percaya terhadap Kepala Desa Tanjung Karet Kecamatan Air Besi, kian tak terbendung. Klimaks, Kamis (23/1) puluhan warga setempat mendatangi kantor Bupati BU. Kedatangan warga Desa Tanjung Karet, tak lain menuntut agar Sarkawi selaku kepala desa dipecat dari jabatan.
Pantauan Radardaerah.id, aksi damai warga mendapatkan pengawalan ketat dari berbagai pihak. Personel Polres BU bersama anggota Satpol PP, konsen berjaga ketat. Begitu pula gelombang massa, tetap konsisten menyuarakan permasalahan. Sembari membentangkan coretan spanduk.
Arman, koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan beberapa perihal terkait permasalahan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa mereka, Sarkawi.
Secara gamblang, Arman menegaskan bahwa oknum kepala desa diduga telah menjual 2 aset negara. Yakni jalan rabat beton ke perusahaan batu bara. Kemudian persoalan penyaluran BLT dana desa yang diklaim warga, tidak tepat sasaran.
Tak hanya itu saja, Oknum kades dinilai tidak menepati janji. Dimana sebelum terpilih menjadi kepala desa, Sarkawi berjanji akan membangun 2 unit rumah ibadah ditambah 10 dus air mineral setiap warga yang mengalami musibah dan menggelar pernikahan. Lalu oknum kepala desa diduga melakukan praktik nepotisme. Dimana Sarkawi memaksa perangkat desa mengundurkan diri dan digantikan dengan keluarga istrinya.
Tuntutan dan emosi warga kian membuncah, usai oknum kades memberhentikan guru baca Alquran dan digantikan dengan ayah mertuanya. Belum lagi sang kepala desa diduga mengambil kebijakan diluar nalar. Dalam hal ini, oknum kades diduga memerintahkan bendahara PPK untuk mengamini semua pertanyaan saat diperiksa Inspektorat BU. Desakan untuk mengikuti titah kepala desa terjadi saat audit pelaksanaan kegiatan yang diduga tidak dilaksanakan. Kemudian diduga Kades membagikan bantuan beras 10 Kg dari Bulog tidak sesuai dengan KPM yang semestinya menerima, namun dibagikan ke seluruh KK yang ada di desa, serta dibagikan ke para perangkat desa dan kepala desa sendiri.
“Kami sudah muak dengan Kades yang sekarang. Belum lagi kades diduga melakukan tindakan pungutan liar saat proses pengangkatan perangkat desa. Kami warga sudah tidak tahan, meminta agar pemerintah daerah segera menurunkan kepala desa sekarang dari jabatannya,” tegas Arman.






