radardaerah.id-BU – Aroma dugaan praktik kampanye terselubung, terendus terhadap oknum kader partai PDI Perjuangan Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Dugaan ini kian ketara, lantaran terdapat bukti-bukti percakapan antara SB dengan oknum kepala desa.
Penelusuran media ini, dalam percakapan via seluler, SB Kader partai berlogo banteng yang diketahui mencalonkan diri dalam konstelasi wakil rakyat Provinsi Bengkulu mengisyaratkan agar kepala desa itu memenangkan dirinya dan KN yang saat ini mencalonkan DPR RI. Dugaan kampanye terselubung ini berbarengan dengan bakal adanya bantuan unit sepeda motor kepada para kepala desa. Dimana daerah akan mempersiapkan anggaran mencapai Rp 8 miliar untuk pengadaan kendaraan dinas kepala desa di Tahun 2024.
Dalam rekaman suara yang berdurasi 1,59 menit itu, secara terang-terangan SB yang saat ini aktif menjabat sebagai Ketua DPRD BU, mengakui bahwa proses penganggaran motor dinas yang perunitnya dibandrol harga 36 juta rupiah ini, mengambil jalan pintas alias melanggar tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Terkait masalah motor yang sudah dijanjikan oleh pak bupati dan saya, pada saat pelantikanmu sudah terealisasi. Kemarin tidak ayuk buka di rapat besar, saya tidak buka di forum Banggar (Badan Anggaran) karena itu akan membuat pertanyaan-pertanyaan,” ungkapnya.
Bahkan SB pula menyerukan agar oknum salah satu kepala desa di Kecamatan Ulok Kupai turut menginisiasi guna memenangkan istri orang nomor satu di daerah menuju gedung parlemen pusat.
“Begitu dek ya, informasi dari ayuk. Artinya, ayuk sudah berjuang. Sudah berusaha maksimal untuk kalian sahabat-sahabat saya kepala desa seluruh Bengkulu Utara. Mohon berkenan, tolong saya dibantu dan ibu Eko juga dibantu untuk terpilih nantinya di tanggal 14 Februari 2024,” tutup Sonti dalam rekaman telepon bersama salah satu kepala desa di Kecamatan Ulok Kupai ini.
Hingga berita ini terekspose, SB belum dapat dimintai klarifikasi atas kabar miring dugaan kampanye terselubung ini.






