Ayam Petelur menjadi prioritas program ketahanan pangan di Desa Sidorejo
RADARDAERAH.ID – Desa Sidorejo, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mulai mengembangkan peternakan ayam petelur untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus upaya pengentasan kemiskinan warganya. Tak sekadar menghasilkan telur, jika berhasil, program ini juga dapat menjadikan hasil ternak sebagai bantuan pangan bergizi bagi warga, lansia, ibu hamil, dan balita stunting.

Modal untuk mensukseskan program ini diperoleh melalui anggaran Dana Desa Tahun 2025. Tentu kedepan, program ini dapat membangun pondasi ekonomi warga setempat.
“Ini merupakan salah contoh efektifitas penggunaan Dana Desa. Selain penguatan ketahanan pangan, juga bisa menjadi salah satu cara pengentasan kemiskinan,” kata ketua BPD Sidorejo, Jemino.
Jemino memastikan, lembaga BPD mendukung penuh demi mensukseskan program ini. Ia menilai, program ini juga sejalan dengan visi ketahanan pangan nasional yang tengah digaungkan pemerintah pusat.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita harus memastikan semua keluarga bisa mengakses pangan yang cukup dan bergizi. Semoga program yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Sidorejo yang diprakarsai oleh Hendri selaku kepala desa, dapat menjadi inspirasi untuk semua,” tuturnya.
Sementara Kepala Desa Sidorejo, Hendri l menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari keinginan menghadirkan program ekonomi produktif yang berdampak langsung pada masyarakat. Sehingga melalui program ketahanan pangan mengalokasikan dana desa untuk kegiatan beternak ayam petelur. Pemdes Sidorejo pula, membangun kandang yang mampu menampung ratusan ekor ayam. Bekerjasama dengan warga, pihaknya memulai dengan membeli bibit dan pakan, lalu membesarkannya dengan pengawasan ahli.
“Modal awal kita 20 persen dari Dana Desa, yakni sekitar Rp229 juta. Ini kita gunakan untuk membuat kandang, membeli bibit ayam dan pakan sampai kita bisa panen. Kita juga bekerjasama dengan BUMDes untuk pengelolaan program ini,” imbuhnya.
Hendri menambahkan, melalui modal itu sebanyak 500 ekor ayam petelur akan diternakkan. Ayam tersebut diharapkan mampu menghasilkan telur berkualitas tinggi.
“Mohon kerjasamanya kepada masyarakat dan BUMDes, untuk membuahkan hasil optimal,” tandasnya. (Wardi/ADV)






