Teks Foto : Konflik bedarah massa masyarakat bumi Pekal dan pihak PT Agrecinal
RADARDAERAH.ID- Konflik berdarah terjadi dilingkungan PT Agricinal, Senin (23/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Konflik massa dari masyarakat bumi Pekal dengan pihak PT Agrecinal pecah, hingga berujung kekerasan fisik. Akibat kejadian itu, tak sedikit masyarakat yang ikut dalam aksi mengalami luka-luka.
Dilokasi, massa dari pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit itu diperkirakan mencapai ratusan orang. Begitu pula massa yang hadir dalam barisan Forum Masyarakat Bumi Pekal (FMBP), tumpah ruah.
Dikubu PT Agrecinal, turun langsung direktur utama perusahaan, Imanuel Manurung. Diduga atas titah pimpinan perusahaan, ratusan karyawan Agrecinal diduga secara membabi-buta melakukan upaya pembubaran aksi massa menggunakan senjata tajam.
“Ratusan karyawan mendatangi kami dengan membawa senjata tajam. Beberapa warga yang berusaha menghadang terluka akibat sabetan senjata tersebut,” ujar ketua FMBP Sosri.
Secara gamblang, Sosri menegaskan, ada upaya intimidasi pihak perusahaan ke masyarakat, atas tindakan kekerasan tersebut.
“Bentrok ini dipimpin langsung oleh Direktur perusahaan. Ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang dengan memanfaatkan karyawan sebagai alat intimidasi,” tambahnya.
Selain itu, Sosri meminta pihak kepolisian segera menindak tegas para pelaku, termasuk pihak yang memberikan perintah atas tindakan kekerasan ini.
“Kami menuntut keadilan dan meminta aparat hukum bertindak tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat,” tegasnya.
Jurnalis Dilecehkan
Disisi lain, pelecehan verbal diduga dialami para jurnalis yang tengah melakukan peliputan aksi massa tersebut. Dugaan pelecehan itu muncul setelah, oknum keamanan perusahaan mencoba menghalang-halangi wartawan untuk melakukan peliputan.
“Kami diusir oleh karyawan perusahaan,” singkat Nero, wartawan media online.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Agricinal belum memberikan keterangan resmiterkait insiden ini.






