Kisah Inspiratif Sang Pejuang Sosial, Mengabdikan Diri Demi Sesama

Dedikasi yang ditunjukan Ismail Yugo dan Firman, cukup menjadi cambuk demi membuka hati guna peduli terhadap sesama. Tak harus saat memiliki pangkat dan jabatan. Sumbangsi tenaga, waktu, fikiran bahkan finansial secara sukarela telah mereka berikan. Demi mewujudkan harapan bahwa kepedulian terhadap sesama itu, masih melekat dikehidupan bermasyarakat. Seperti apa wujud dedikasi mereka? Simak laporan berikut :

Joni Iskandar (RD) – Bengkulu Utara

“Hidup hanya sekali. Martabatkanlah dirimu untuk bermanfaat bagi orang lain”. Isyarat ini menggambarkan perbuatan yang ditujukan kepada Ismail dan Firman. Bukan tanpa alasan, kedua pemuda ini telah menunjukan eksistensi mereka untuk terjun dalam aktifitas sosial.

Berawal dari keprihatinan, kedua pemuda ini akhirnya memilih terjun langsung untuk mengabdikan diri membantu masyarakat yang membutuhkan. Disela kesibukan sebagai wartawan, kedua pemuda ini aktif mengkampanyekan bahwa kehidupan bermasyarakat sangat penting.

Hujan, panas hingga diterpa badai sekalipun, tak menyurutkan niat kedua pemuda ini untuk aktif sebagai pengiat sosial. Tak jarang keduanya harus bermandikan keringat hingga lumpur, demi mewujudkan harapan. Yakni, membantu saudara kita yang luput dari perhatian pemerintah.

Satu persatu, masyarakat yang membutuhkan uluran tangan telah mereka perjuangkan. Dimulai membantu meringankan beban ekonomi terhadap saudara yang membutuhkan, hingga menjadi fasilitator untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Alhasil, pengabdian mereka pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan.

Namun bukan pujian yang mereka kejar. Melainkan membukakan mata hati siapapun, bahwa sang pencipta (Allah. s.w.t) memberikan kelebihan dan kekurangan bagi setiap manusia, guna saling melengkapi.

Kepada Radardaerah.id, Ismail Yugo menghaturkan rasa syukur dapat membantu sesama. Keikhlasan menjadi modal awal, serta dedikasi ini diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi semua orang.

“Manfaatkanlah diri untuk mereka yang membutuhkan. Karena masih banyak saudara kita yang luput dari perhatian,” singkat Ismail.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *