Kiprah Pemimpin, “Jejak Janji Ditanah Berduri”

RADARDAERAH.ID- “Jejak janji ditanah berduri”. Perumpamaan ini menganalogikan, buah kerja dan dedikasi pucuk pimpinan di daerah selama pengabdiannya.

Apa sebab? Diakhir masa jabatan, harapan masyarakat Provinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Bengkulu Utara masih belum ditunaikan. Harapan pemerataan pembangunan infrastruktur. Harapan masyarakat agar akses jalan, dalam kondisi baik-baik saja.

Faktanya, celotehan dan keluh kesah masyarakat pinggiran tentang kondisi infrastruktur jalan. Kian hari kerusakannya semakin parah.

Langkah represif telah dilakukan, berbagai kalangan masyarakat khususnya di Bumi Ratu Samban. Ada yang menghaturkan kritik tajam di jejaring sosial media. Ada pula yang melakukan aksi berupa perbaikan jalan secara gotong-royong.

Harapan disikapi serius, isyarat bungkam dipertontonkan oleh para pemangku kebijakan. Malah efek domino, dimainkan atas situasi ini. Entah harus berapa nyawa lagi dipertaruhkan, agar pengguna anggaran peduli atas kondisi tersebut.

Dibarengi kondisi infrastruktur jalan yang semakin parah kerusakannya. Sang “penguasa” jalan, yakni kendaraan bertonase tinggi malah semakin menjamur.

Fakta lainnya yang diperoleh media ini, bak mengular, truk-truk bermuatan “emas hitam” setiap hari hilir-mudik melintas.

Soal tanggungjawab pelaku usaha dan investor, yang kian hari semakin menganas? Tetap alih-alih, bertanggungjawab melalui setoran pajak ke pemerintah.

Namun nyatanya, masyarakat pinggiranlah yang menanggung derita. Atas kondisi infrastruktur jalan yang semakin “sekarat”.

Akankah, calon pemimpin kedepan kembali mengumbar janji?

Penulis : Joni Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *