Konflik Sandabi vs Masyarakat Pecah, Letusan Senpi Terdengar, Satu Warga Diamankan

Tangkap layar video insiden nyaris bentrok di area PT Sandabi Indah Lestari 

RADARDAERAH.ID – Situasi di Desa Lubuk Banyau, Jumat (11/4), tiba-tiba mencekam. Sejak pagi, ratusan massa nyaris terlibat bentrok dengan aparat gabungan Polisi dan TNI AD. Pemicunya, aktifitas transaksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang diduga melibatkan PT Sandabi Indah Lestari (SIL) dengan warga.

Dalam video berdurasi 2.41 yang diperoleh media ini, terdengar jelas suara letusan senjata api (senpi) diduga milik aparat. Bahkan salah satu warga menyebut, amunisi letusan senpi mengenai ban truk milik warga. Hingga sore hari, mediasi masih berlangsung di Desa Lubuk Banyau.

Informasi yang berhasil diperoleh Radardaerah.id, konflik massa hingga nyaris berujung bentrok ini dipicu adanya komitmen penjualan TBS. Komitmen terjadi antara warga dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit itu.

Sejak pagi, warga ingin menjual hasil panen TBS ke pihak perusahaan. Namun diduga, pihak perusahaan tak mengindahkan komitmen untuk membeli buah sawit milik warga.

Kecewa, warga yang ingin menjual TBS lantas beranjak pergi dari pabrik perusahaan tersebut. Tanpa diduga, dipintu keluar area perusahaan, warga diduga dihadang oleh petugas keamanan perusahaan bersama aparat kepolisian.

Merasa terintimidasi, ratusan warga yang yang menamai Lembaga Ulau Bioa Betunen dan GARBETA, berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Akibatnya, situasi pun mencekam hingga nyaris bentrok.

“Sejak awal, memang sudah ada komitmen dengan pihak perusahaan terkait pembelian buah sawit. Tiba-tiba, mereka (Sandabi, red) membatalkan pembelian. Malah rombongan kami dihadang oleh aparat kepolisian bersama anggota TNI,” aku salah satu warga, Putra.

Putra yang juga mengaku anggota Lembaga Ulau Bioa Betunen mengungkapkan, pascapertikaian pecah, letusan senjata api membuat situasi semakin mencekam. Bahkan salah satu rekan mereka atas nama Adedio Wijayanto, masih belum diketahui nasibnya.

“Setahu saya, rekan ini diamankan oleh aparat. Bagaimana nasibnya hingga sore hari, kami juga masih mencari tahu kabar pastinya,” singkatnya.

Hingga berita ini diekspose, media ini masih berupaya untuk mengkonfirmasi kepada pihak Desa Lubuk Banyau, sebagai fasilitator mediasi. (Jho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *