RADARDAERAH.ID – Sudah satu dekade lamanya, Ir H Mian – Arie Septia Adinata memimpin Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Jejak pengabdian sebagai Bupati dan wakil Bupati BU, tentu telah terangkum dalam instrumen program kerja.
Tercatat, selama memimpin Bumi Ratu Samban sejak Tahun 2016 lalu. Kedua vigur yang sama-sama memiliki kans kuat di daerah ini, aktif menyuarakan kerangka kerja eksekutif ke masyarakat.
Tak ayal, perjalanan karier kedua sosok tokoh sentral ini kerap menuai sorotan. Baik disector realisasi program pembangunan, maupun jejak aktifitas pribadi mereka.
Plus minus mengiringi jejak kepemimpinan pasangan ini. Mengaplikasikan visi dan misi dalam wilayah administratif, terdiri 215 desa dan 5 Kelurahan di 19 kecamatan. Program kerja Mian-Arie, tentu telah terangkum dalam jejak digital.
Pembangunan dan peningkatan puluhan sarana jaringan irigasi. Pembangunan infrastruktur jalan diperdesaan. Merupakan salah satu dari sekian keberhasilan Mian-Arie, dalam memimpin Kabupaten Bengkulu Utara.
Disisi lain, konsen eksekutif dipimpin Mian-Arie untuk Bengkulu Utara, ada pula menyisahkan catatan negatif.
Referensi jejak digital, butir-butir catatan itu berhasil dirangkum media ini. Diantaranya proyek irigasi Sengkuang Tahun 2017. Dimana pelaksanaan paket miliaran rupiah kala itu, sempat diterpa permasalahan serius. Pembangunan tapal batas (tabat) Bengkulu Utara-Lebong, yang hingga saat ini tak terselesaikan. Kendati melalui APBD kala itu, dana fantastis mencapai Rp 700an juta dialokasikan. Terakhir, pembagian hasil pajak yang kala itu turut menuai sorotan publik. Dimana dana bagi hasil pajak diduga masuk ke rekening pribadi Bupati BU, Ir H Mian.
Semoga catatan jejak pengabdian Mian-Arie yang dirangkum oleh media ini, dapat menjadi referensi bagi pemimpin Bengkulu Utara selanjutnya.
Penulis : Joni Iskandar





