Foto hanya ilustrasi
BENGKULU UTARA RD– Sangat aneh dan janggal. Kemesraan dan delegasi politik, bercampur jadi satu. Tanpa ada sekat, ruang “manja” untuk liburan keluarga disematkan dalam kegiatan kedinasan. Itu semua dilakukan atas nama pekerjaan, pengabdian. Namun nyatanya, pekerjaan jalan-jalan.
Fakta ini mengisyaratkan, dalam sistem pemerintahan, simbol ruang cinta yang diformulasikan melalui surat tugas, berlaku tanpa batas. Bahwa pula, negara berlandaskan hukum dan moralitas, masih menyisahkan pojok-pojok manis untuk istri-istri pejabat yang ingin memanjakan diri dengan fasilitas yang diperoleh dari uang rakyat.
Sedangkan dipojok sunyi, jeritan “lapar” semakin mengerogoti sendi-sendi rakyat. Tanpa balas, hanya bias. Semu akan janji, namun rasa dahaga dan lapar, memaksakan rakyat bertarung dengan kesakitan ekonomi.
Tentu, ini bukan penyalahgunaan wewenang. Atau memanfaatkan kans kekuasaan. Namun produk negara berhasil membuat “pernikahan” dan administrasi menjadi satu. Plesiran sembari rute kedinasan.
Salam seruput kopi kawan !!
Mari nikmati dagelan oleh kaum-kaum penguasa.
Jho RD






