RADARDAERAH.ID – Kabar miring soal tingginya intensitas kasus kematian bibit ternak ayam, dibantah keras oleh lembaga BPD Talang Rasau Kecamatan Lais. Secara gamblang, Ketua BPD Talang Rasau Muhammad Hatta mematikan bibit ayam hasil program Ketahanan pangan Tahun 2024 ini masih dalam kondisi baik.
“Tidak benar, jika ada yang menyebutkan bibit ternak ayam itu banyak mati,” cetus Hatta.
Pascaadanya isu tak sedap itu, pihaknya langsung meninjau kondisi ternak ayam tersebut. Fakta yang ditemui, kondisi ternak ayam mencapai ratusan ekor itu, cukup produktif dan tak sesuai kabar yang beredar.
“Memang ada yang mati. Namanya barang bernyawa. Tetapi apa yang dikabarkan itu, sama sekali tidak benar. Mana ada ratusan ekor yang mati. Apalagi menyisahkan puluhan ekor ternak yang hidup. Jadi saya pastikan kabar itu tidak benar,” tegasnya.
Hatta menambahkan, lembaga BPD tentu bersikap objektif dalam mengawasi program dana desa ini. Apalagi menyangkut kepentingan masyarakat dan desa. Bahkan unsur Tripika yang melibatkan Polri dan TNI AD, pun ikut serta saat program ketahanan pangan itu direalisasikan.
“Saya imbau jangan sembarangan menyebarkan informasi, jika belum tahu fakta sebenarnya. Cek ricek kondisi dilapangan,” harapnya.
Terpisah Kepala Desa Talang Rasau, Sari Rosmawar membantah keras terkait adanya kabar miring soal program ketahanan pangan tersebut.
“Informasi itu sama sekali tidak benar. Sebelum diterima desa, bibit ayam yang diperoleh melalui program dana desa itu, sudah melalui proses pemeriksaan. Kami juga tidak sembarangan untuk membeli kebutuhan program dana desa,” akunya.
Lebih jauh Sri menghaturkan terimakasih atas kritik yang ia terima selama ini.
“Jika sifatnya membangun, kritik apapun sangat kami terima. Namun jika tujuannya menimbulkan kegaduhan, mohon kiranya cari tahu terlebih dahulu fakta sebenarnya. Kami sangat terbuka dan transparan dalam mengelola dana desa,” demikian Sri. (YOSE)






