Masyarakat Enggano Minta Kapal Perintis Segera Beroperasi 

Radardaerah.id-BU – Kapal Perintis Sabuk Nusantara 52 sejak awal Januari lalu, berhenti beroperasi. Pelayaran menuju salah satu pulau terluar di Indonesia ini, sementara hanya menggunakan KMP Pulo Tello.

Kondisi ini tentu berdampak terhadap kelancaran mobilisasi aktifitas masyarakat untuk keluar masuk pulau.

“Berbicara dampak, tentu cukup terdampak. Apalagi KMP Pulo Tello hanya beroperasi 2 kali selama satu pekan,” ungkap Arif, salah satu pemuda Enggano.

Ia berharap, kapal perintis dapat segera beroperasi. Mengingat aktifitas ekonomi masyarakat turut bergantung terhadap alat transportasi ini.

“Pengiriman hasil bumi Enggano terpaksa juga harus dibatasi. Mengingat batasan muatan Kapal Pulo Tello,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan BU, Setyo Ajo tak menampik kondisi ini. Ia mengungkapkan sejak awal Tahun 2024, Kapal Perintis Sabuk Nusantara 52 masih dalam proses perburuan kontrak.

“Karena status masih dalam perbaruan kontrak,” akunya.

Setyo Aji, mengatakan bahwa pada bulan Februari mendatang, kapal ferry Pulo Tello akan docking guna mencegah terjadinya kekosongan armada transportasi laut ke Enggano. Terlebih lagi, adanya pengiriman logistik Pemilu.

“Gubernur Bengkulu telah menyurati Kementerian Perhubungan agar mempercepat proses perbaruan kontrak kapal perintis,” singkatnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *