radardaerah.id-BU – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) selama 4 hari kedepan, menggelar musyawarah nasional (musnas). Kegiatan yang ditujukan kepada dewan kesenian dan dewan kebudayaan ini, turut dihadiri oleh perwakilan Bengkulu Utara (BU). Sayangnya, hadirnya dewan kesenian asal Bumi Ratu Samban ini, tanpa peran serta dukungan Pemkab BU.
Ketua Dewan Kesenian BU, Romansyah Sabania mengaku, kurang lebih 300 peserta dari dewan kesenian dan kebudayaan hadir dalam acara itu.
“Tentu suatu kebanggaan dapat hadir dalam acara itu. Dikarenakan untuk Provinsi Bengkulu, hanya Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu yang diundang,” kata Romansyah saat dibincangi radardaerah.id via seluler.
Disinggung kontribusi Pemkab BU? Pengiat seni ini tampak lesu menjawab pertanyaan wartawan ini. Pasalnya kendati pembina tertinggi dewan kesenian BU yakni Bupati BU, Ir H Mian, namun keberangkatannya hanya bermodalkan dana pribadi. Meski begitu, animo mengikuti musnas sangat tinggi. Harapannya tentu demi mendapatkan wawasan, serta nantinya dapat diaplikasikan untuk kemajuan kesenian dan kebudayaan di daerah.
“Ya semua kebutuhan untuk keberangkatan, mau tidak mau menggunakan dana pribadi. Meski jauh-jauh hari kegiatan ini sudah saya koordinasikan kepada pak bupati,” keluhnya.
Ia menambahkan, tujuan mengikuti agenda kementerian ini semata-mata bukan untuk kepentingan pribadi. Melainkan harapannya, melalui kegiatan itu pula, ia dapat memperkenalkan produk kesenian asli daerah di kanca nasional.
“Meski kendala utama saat ini, belum ada dukungan dari pihak pemerintah. Namun impian untuk membumikan dan melestarikan kesenian serta budaya daerah demi dikenal luas, semoga dapat saya wujudkan,” demikian Romansyah.






