Redupnya Kesenian Daerah

radardaerah.id – Kesenian asli daerah, kini mulai redup. Teriakan para pelaku seni di daerah, hanya sebatas angan. Kini sejumlah pelaku seni berjalan di kaki sendiri. Tujuan mereka hanya satu, demi tetap membumikan kesenian-kesenian lokal agar tak hilang ditelan zaman.

Belakangan, segala upaya telah dilakukan sebagian kecil pelaku seni. Sorak demi sorak, menggelar pentas kesenian hingga memberikan wadah kaum muda, agar eksistensi kesenian asli daerah tetap ada. Berharap ada dukungan dan kolaborasi, namun harapan demi mengetuk hati sang pemangku kebijakan, belum membuahkan hasil.

Satu diantara banyaknya pelaku seni daerah, ialah Romansyah Sabania. Diakuinya, beragam upaya telah dilakukan demi menjaga kesenian daerah tetap hidup. Angan-angan mendapatkan simpati pihak-pihak, khususnya pemerintah yang semestinya aktif mengkampanyekan kesenian daerah. Namun harapan itu tetaplah khayalan.

Tahun demi tahun, eksistensi kesenian lokal melalui pentas rakyat telah ia galakkan. Semangat agar kesenian lokal tetap hidup, masih tetap utuh. Meski terbilang eksistensi kesenian lokal melalui sejumlah kegiatan itu, lahir dari keinginan dan pergerakan individu.

Dewan kesenian ini percaya, semangat kaum muda melestarikan kesenian budaya lokal masih tetap ada. Sehingga sangatlah dinanti dukungan semua lapisan. Khususnya datang dari Pemerintah.

Cukuplah sekian lama, pemerintah seakan tutup mata dengan ‘krisis’ ingin tahu tentang kesenian lokal. Sadar dan bangun untuk berkolaborasi demi agar kesenian dan budaya lokal tetap membumi. Berilah dukungan, ruang dan wadah kaum muda untuk aktif mensosialisasikan dan mempromosikan kesenian budaya daerah ini.

(Suara hati pelaku kesenian budaya daerah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *