radardaerah.id – Lima tahun sebentar lagi akan terlewati. Musim keno janji cik (logat Bengkulu, red), kembali menghiasi hiruk-pikuk, aktifitas sehari-hari masyarakat. Bak istilah “kata terucap, janji bertaruh”, rayuan demi rayuan akan dihalalkan untuk mendulang simpati rakyat.
Siapakah mereka? Sudah barang tentu, rakyat dari berbagai kalangan khususnya kans bawah pun pasti tahu. Tebar senyum pesona sembari mengikrarkan visi dan misi, menjadi cara jitu bagi kalangan tertentu (mungkin caleg ataupun yang ingin menguasai kursi kepemimpinan di pemerintahan,red).
Pendatang baru hingga wajah lama pun, berlomba-lomba untuk sekadar menyuarakan isyarat tipu muslihat. Dibarengi dengan bentangan baliho disertai wajah tebar senyum disetiap sudut wilayah, menandakan “perang” pencitraan telah dikumandangkan. Belum lagi narasi bak “pahlawan”, membanjiri sosial media.
Namun, yakin masyarakat sudah paham betul musim kampanye ini. Sehingga yang perlu dilakukan, mengevaluasi dan melihat kelayakan figur yang akan diberi amanah nanti.
Jika pilihan itu tepat, janji pun akan ditunaikan. Namun jika sebaliknya, rakyatlah yang akan menuai hasilnya. budaya tipu-tipu melalui narasi kepentingan rakyat pun akan kembali lantang diucapkan pada musim kampanye berikutnya.
(Narasi ini mengingatkan keberhasilan/kegagalan para wakil rakyat dan pemimpin, sebelum kembali diamanahkan rakyat)
Penulis : Jhoni Iskandar






